3 Aturan Dasar Penulisan Kode PHP untuk Pemula

Bagi Anda yang hobi menulis kode PHP namun Anda masih seorang pemula, tentunya Anda menyadari bahwa penulisan kode PHP itu rumit dan rentan terjadi kesalahan. Nah, untuk mengurangi terjadinya kesalahan, paling tidak ada 3 aturan dasar penulisan kode PHP yang harus dipahami oleh setiap pemula. Apa sajakah ketiga aturan itu?

  1. Penggunaan Huruf Kapital

aturan penulisan syntax php

Di dalam dunia penulisan kode, terdapat istilah yang disebut sebagai keyword asli dalam kode PHP. Keyword asli tersebut merupakan istilah asli yang terdapat dalam kode PHP. Sebagai contoh adalah penggunaan kata while, echo, dan class. Yang wajib Anda tahu, untuk penggunaan keyword asli tersebut dalam penulisan kode, maka tidak ada pengaruhnya jika Anda menggunakan atau tidak menggunakan huruf kapital. Sebagai contoh Anda bisa melihatnya di bawah ini.

<?php

echo (“Apa Kabar!”);

ECHO (Apa Kabar!”):

?>

Keduanya contoh di atas tidak akan memiliki pengaruh yang berbeda pada penulisan kode Anda. Bahkan jika Anda menggunakan gabungan antara huruf kapital dan huruf kecil, tetap tidak ada pengaruhnya. Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa aturan tersebut hanya berlaku untuk keyword asli di penulisan kode PHP.

Akan tetapi aturan menjadi berbeda jika Anda berurusan dengan variabel penulisan kode PHP. Untuk hal yang satu ini, penggunaan huruf besar dan kecil akan memberikan pengaruh yang berbeda. Sebagai contoh, $variabel, dan $VARIABEL. Kedua penulisan tersebut akan memberikan dampak yang berbeda dan akan dianggap sebagai dua variabel yang berbeda pula.

  1. Penggunaan Titik Koma

syntax php 2

Untuk pemula di dunia penulisan kode PHP, tentunya Anda tahu apa fungsi titik koma. Ya, titik koma dalam penulisan kode PHP memiliki fungsi sebagai “statement” atau baris perintah. Ketika titik koma digunakan maka artinya perintah suatu penulisan kode PHP berhenti di sana.

Bisa juga dianggap sebagai pemisah satu perintah dengan perintah lainnya yang kemudian nanti akan berkombinasi supaya kode PHP tersebut bisa bekerja dengan baik. Di sini, ketelitian Anda sangat dibutuhkan. Seringkali, tidak hanya penulis kode PHP pemula, penulis kode PHP yang sudah profesionalpun sering kali mengalami masalah yang berhubungan dengan titik koma ini. Hanya satu kesalahan titik koma bisa membuat kode PHP tidak berjalan dan menimbulkan error. Jika hal tersebut terjadi, satu-satunya solusi adalah mencari letak kesalahan dan memperbaikinya.

Jadi, pastikan Anda membuat penulisan kode PHP dengan sangat teliti dari baris per baris dan upayakan untuk melakukan cek berkala agar jika terjadi kesalahan langsung ketahuan. Jangan sampai semua kode sudah selesai baru ketahuan kalau error.

Namun tetap diingat, penggunaan titik koma hanya berlaku di antara baris perintah. Apabila perintah atau statement diberikan di dalam atau sebelum tag ditutup, maka penggunaan titik koma sifatnya tidak harus atau opsional saja. Penutup tag yang dimaksud adalah kode “?>”. Jika titik koma digunakan sebelum kode tersebut, maka Anda boleh tetap menggunakan titik koma dan juga boleh tidak menggunakannya.

  1. Penggunaan Baris Baru dan Spasi

syntax php

Pada umumnya, baik penggunaan baris baru maupun spasi tidak terlalu berpengaruh di kode PHP atau bahkan bisa dibilang tidak ada pengaruhnya. Artinya, Anda bisa saja membuat suatu statement dalam bentuk satu baris dengan menggunakan spasi. Atau, bisa juga Anda membuatnya menjadi lebih dari satu baris. Akan tetapi, perlu diingat, penggunaan spasi dan baris sebaiknya memperhatikan jumlah parameter dan variabelnya.

Semakin banyak parameter dan juga variabelnya, maka akan lebih baik menggunakan baris baru. Mengapa? Alasannya adalah agar hasil penulisan kode tersebut bisa lebih memudahkan programmer untuk membacanya.

Artikel ini dibuat atas kerjasama antara Mahabet.org dengan phpFoxCustomization.com untuk seluruh pembaca blog ini.

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •